Sejarah

Sejarah Singkat

SEJARAH  STT PRESBYTERIAN INDONESIA




STT Presbyterian Indonesia (STTPI) didirikan oleh Sinode Gereja Presbiterian Injili Indonesia pada tahun 2003. Latar belakang membentuk STT Presbyterian Indonesia diawali dari perkembangan GPII 2002 yang memikirkan adanya wadah dalam membentuk hamba Tuhan menjangkau ke pelosok daerah di Indonesia. Pada  tahun 2003, Ketua Sinode Gereja Presbyterian Injili Indonesia  Pdt.  Dr. Kim Jong Kuk. D.Miss. bersama Pdt. Dr. John  Momor,  Pdt. Jonathan Lopulalan, S.Th. dan Pdt. Karel Tuuk. M.Div. memprakarsai berdirinya STT Presbyterian Indonesia. Kampus  berlokasi di Ruko BSD Sektor VII  milik Bapak Yeye Triyono. Pendirian STT Presbyterian Indonesia untuk mempersiapkan calon pemimpin Kristen yang berwawasan Injili dan sekaligus terampil dalam bidang Teologi untuk melayani di tengah-tengah Gereja Presbiterian Injili Indonesia (GPII) dan masyarakat Indonesia.  Maka Ketua Sinode Pdt. Kim Jong Kuk, D.Miss. menunjuk Pdt. Karel Tuuk, M. Div. sebagai Ketua STT Presbyterian Indonesia 21 Juli 2003 sampai 31 Oktober 2010 dan  Pdt. Dr. Kim Jong Kuk, D.Miss. menjadi ketua STTPI sejak November 2010 sampai 31 Oktober 2024, Dr. Marmi Srihartati, M.Th. mulai 1 November 2024 sampai sekarang.

  •  STT Presbyterian Indonesia dimaksudkan menjadi wadah untuk mempersiapkan sekaligus memperlengkapi generasi muda menjadi pemimpin Gereja Presbiterian Injili Indonesia (GPII) yaitu sebagai Pendeta, Gembala Sidang, Penginjil, Misionaris, Penyuluh Agama Kristen,      Dosen dan Teolog.
  • Lahirlah Visi dan Misi STT Presbyterian Indonesia. Visi: “Menjadi lembaga yang mempersiapkan calon pemimpin Kristen yang berwawasan Injili dan terampil di bidang Teologi untuk melayani di tengah-tengah gereja dan masyarakat Indonesia”. Maka berdasarkan Visi ini disusunlah Misi STT Presbyterian Indonesia yang terdiri dari beberapa poin yakni:

  • 1.        Melaksanakan pendidikan Teologi yang Injili.
    2.        Melaksanakan penelitian yang kontekstual bagi                  pengembangan kerohanian warga gereja dan masyarakat Indonesia.
    3.        Melaksanakan pengabdian masyarakat melalui pelayanan gerejawi dan kegiatan sosial bagi pembangunan gereja dan masyarakat Indonesia.
    4.        Mempersiapkan lulusan yang berkualitas dalam menginjil, menggembalakan dan berwatak Kristiani.
    Tujuan STT Presbyterian Indonesia adalah berpartisipasi dalam pembangunan nasional khususnya mencerdaskan umat kristiani melalui penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk memenuhi kebutuhan Pemimpin Kristen di Gereja, Aparatur Pemerintah dan Lembaga Sosial lainnya.  Pada bulan November tahun 2010 Kampus STT Presbyterian Indonesia  menempati gedung kampus yang baru di Karawaci Office Park Blok G No. 9-10, Lippo Karawaci, Tangerang dengan Ketua STT Presbyterian Indonesia Pdt. Dr. Kim Jong Kuk, D.Miss
  • Pada tahun 2011 mendapat Ijin Pendirian Program Studi Teologi, Program Sarjana Teologi (S1) dari Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia No.DJ.III/Kep/HK.00.5/692/2011. Kemudian mendapatkan Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan pada tahun 2014 SK Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama No.DJ.III/00.5/379/2014, SK Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan No. 474 Tahun 2018 dan  Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan No.126 Tahun 2023. STT Presbyterian Indonesia memulai dengan satu Program Studi yakni  Program Studi Teologi, Program Sarjana Teologi (S1) telah terakreditasi dari BAN-PT dengan Peringkat Akreditasi C dengan SK BAN  PT No. 2475/ SK/BAN-PT/Akred/S/X/2016 dan SK BAN-PT pada tahun 2022 Peringkat Akreditasi Baik, BAN-PT No.9808/SK/BAN- PT/Ak.KP/S/XI/2022. SK Menteri Agama Republik Indonesia No. 126 tahun 2023, tentang Ijin Penyelenggaraan Studi Teologi.
    Pada tahun 2014 Institusi/Lembaga STT Presbyterian Indonesia  mendapatkan Ijin Pendirian Lembaga berdasarkan  Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Departemen Agama Republik Indonesia No. DJ.III/Kep/HK.00.5/217/2014 tanggal 25 Juli 2014 dan pada tanggal 15 Oktober 2024  mendapatkan SK dari Eksekutif BAN-PT No.1911/SK/Ak.P/PT/X/2024. STT Presbyterian Indonesia memiliki Visi, misi, tujuan dan sasaran yang dirumuskan dengan semua pihak diantaranya, pengurus GPII, Senat STT Presbyterian Indonesia, Pimpinan STT Presbyterian Indonesia, Dosen tetap, Alumni, perwakilan Alumni dan pengguna lulusan. Rumusan Visi, misi, Tujuan dan sasaran STT Presbyterian Indonesia kemudian disosialisasikan ke semua pihak yaitu kepada Dosen, Staf dan Mahasiswa sebagai acuan dalam merencanakan program dan kegiatan saat ini maupun kedepannya.
  • STT Presbyterian Indonesia terus bergerak maju mengembangkan diri  untuk  menjadikan Gereja Indonesia yang misioner maka dibuka Program Studi Misiologi Program Magister Misiologi. Mendapatkan Ijin dari Dirjen Bimas Kristen  Ijin Penyelenggaraan Keputusan Menteri Agama RI No.232 tahun 2022. Mendapatkan Akreditasi oleh BAN-PT pada tahun 2024 dengan peringkat “Akreditasi Baik” BAN-PT No.5093/SK/BAN-PT/AK.P/VII/2024. Dan Peringkat Akreditasi Baik  oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN- PT)  berdasarkan  Surat Keputusan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT  No.7599/SK/BAN-PT/Ak?M/IX/2025. Dengan Visi dan Misi sebagai berikut :  Visi Program Studi  Misiologi Program Magister Misiologi   (S2) adalah tersedianya tenaga profesional dibidang misi  yang handal dalam kerohanian maupun dalam berteologi sehingga mampu melayani secara praktis. Misi Program Studi Misiologi Program Magister Misiologi (S2)adalah (1) Menyelenggarakan Pendidikan sesuai dengan prosedur akademik dengan mengembangkan ilmu agama dengan memberi tekanan dalam bidang Misiologi. (2) Mengadakan penelitian untuk menemukan permasalahan-permasalah yang berkaitan dengan pelayanan misi.
  • STT Presbyterian Indonesia juga mengembangkan Program Teologi dalam konsentrasi Ministry dan mendapatkan ijin Program Doktor Ministry 11 Juni 2013 dengan SK Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama No. DJ.III/Kep./HK.00.5/256/2013 dan Perpanjangan Ijin Penyelenggaraan No. DI.IV/Kep/HK.00.5/354/2016.
    Pada 29 Oktober tahun 2014 dibuka Program Studi Pendidikan Agama Kristen dan  medapatkan Ijin Pendirian Prodi  SK Dirjen Bimas Kristen Kementrian Agama No. DJ.III/Kep./HK.005/403/2014
  • Pada tahun 2024  Pada bulan Oktober 2024 ada perubahan status yang awalnya di bawah naungan Sinode GPII kemudian pada tanggal 30 Oktober 2024 dinaungi oleh Yayasan Evangelia Presbiterian Indonesia (YEPI). Karena pada tanggal 30 Oktober 2024 dibentuk Yayasan Evangelia Presbiterian Indonesia  sesuai Regulasi pemerintah Perguruan Tinggi Swasta dibawah naungan Yayasan. Ketua Pembina  Yayayasan  Pdt. Dr. Kim Jong Kuk D. Miss, Anggota Pembina : Pdt. Jonathan Lopulalan, S.Th, Pdt. Dr. Steven Pantow, M.Pd, Bapak Himbang Surojo, Bapak Yook Chan Kim. Ketua Yayasan Bapak Yeye Triyono, Ketua I Bapak Dadi Koswara, Sekretaris umum Bapak Hans Nixon Dantje, Sekretaris I Ibu Lina Kwee, Bendahara umum Bapak Jimmy Surjanto Budhi, Bendahara I Ibu Sulistiani Adi Redjeki dan organ Pengawas Bapak Timotius Stefanus, M.Mis.  Kemudian ditunjuk Dr. Marmi Srihartati, M.Th. sebagai Ketua STT Presbyterian Indonesia yang diteguhkan pada 1 November 2024 guna mendukung Visi dan Misi STT Presbyterian Indonesia kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pemimpin Kristen di gereja, aparatur pemerintahan dan lembaga sosial lainnya. Organisasi dan tata kerja STT Presbyterian Indonesia dijalankan sesuai dengan STATUTA STT Presbyterian Indonesia yang mana di dalamnya mengatur berkenaan dengan struktur organisasi dengan uraian tugas pokok dan fungsi guna memudahkan pimpinan untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab diberikan dengan baik.
  • Dalam perjalanan STT Presbyterian Indonesia peningkatan mutu penyelenggaraan kegiatan akademik dan lulusan karena ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang telah dimiliki. STT Presbyterian Indonesia memiliki dua Program Studi yaitu Sarjana Teologi dan Magister Misiologi. STT Presbyterian Indonesia memiliki tiga belas (13)  orang dosen tetap yaitu: Dr. Marmi Srihartati, M.Th., Dr Suparna, M.Th., Royders Karianga, M.Th., Ricky Santoso, SH. M.Mis., German Hutabarat M.Mis., Timotius Stefanus M.Mis., Ishak Mbuilima, M.Mis., Jonathan Monok M.Th., Dr. Suryadi, M. Th., Dr. Sem Kolma Lassa, M. Mis., Dr. Heru Kustriyadi Wibawa, M.Th., Dr. Johanes Tarigan, M.Th,. Dr. Sayang Tarigan, M.Th dan Dua (2) orang dosen tidak tetap. Semua dosen tetap memiliki NIDN dan NUPTK.

 

Hubungi Kami Untuk Informasi Lebih Lengkap !